Sebelum mengetahuinya lebih dalam lagi, kita lihat dulu apa isi dan konteks mengenai hari Sabat ini dalam Keluaran 20:8-10 dan Al-Baqarah:63-66
Keluaran 20:8-10
"Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat; enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang ditempat kediamanmu"Al-Baqarah:63-66
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa." Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada Karunia Allah dan Rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi. Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami Berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina". Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa"Cat :
- Keluaran 20:8-10 adalah bagian dari sebuah pasal yang menceritakan turunnya 10 perintah (Ten Commandments)
- Al-Baqarah:63-66 adalah bagian dari sebuah surat yang khusus 'menceritakan' pembalasan terhadap Bani Israil yang melanggar perjanjian dengan Tuhan, contohnya adalah pelanggaran perjanjian mereka perihal hari Sabat (hukum ke-4), karena Bani Israil atau sekarang khusunya Bani Israil modern (Kristen) kebanyakan hanya melanggar perintah hukum ke-4 tersebut dan beralih ke hari Minggu (sisa hukum lainnya selalu dijaga dan diharuskan untuk ditaati ; hormat kepada orangtua, tidak menyembah berhala atau allah lain, tidak berzinah, tidak mencuri, dan lain-lainnya -sisa 10 hukum yang lainnya-)
Kenapa ayat ini (Al-Baqarah:65) begitu keras, menghukum dengan 'menyumpahi' mereka yang melanggar akan menjadi kera?
- Sebagai hubungan sebuah peraturan dan hukuman
- Kera = Binatang. Binatang tidak menerima nasehat dan peringatan. Menunjukkan bahwa begitu bebalnya bani Israil tidak mau menerima nasehat dan peringatan, malah melanggar hukum.
- Dampak psikologi lebih mengena. Bentuk fisik kera paling mirip dengan manusia, dan manusia paling tidak suka dikatai mirip dengan binatang, terlebih lagi bila disamakan dengan kera atau monyet. Bayangkan kalau yang dipakai sebagai 'perbandingan' adalah binatang lain seperti beruang misalnya.
0 comments:
Post a Comment