Thursday, August 20, 2009

QS. Al-Anfal [8]: 60

" Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu} kamu menggetarkan musuh Allah, dan musuh kamu, serta orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). "

  • Ayat ini = ayat pertama yang diputarbalik dalam film FITNA.
  • Dalam film itu, ayat ini hanya dibacakan sampai dengan kata 'dan musuh kamu' (wa aduwwakum)
  • Ayat ini dalam film tersebut diterjemahkan sebagai berikut ; " Prepare for them whatever force and calvary ye are able of gathering to strike terror into the hearts of the enemies of Allah and your enemies. "
  • Kata 'teror' disini diterjemahkan mereka dari kata ' turbibun' yang pada hakikatnya terambil dari kata 'rabiba' yang berarti 'takut/ gentar', bukannya 'teror'.
  • Garis bawahi, yang digentarkan disini adalah musuh agama Allah dan musuh masyarakat, bukan masyarakat umum dan orang-orang yang tidak bersalah.
  • Pahami dengan membaca ayat sebelumnya (:55- 59)
  • : 55- 59 = " Sesungguhnya seburuk-buruk binatang disisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman, (yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, kemudian mereka mengkhianati perjanjian mereka setiap kali, dan mereka tidak bertakwa. Maka setiap kali engkau menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah siapa yang dibelakang mereka, supaya mereka mengambil pelajaran. Dan jika kamu benar-benar khawatir pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah (sampaikan pembatalan perjanjian itu) kepada mereka dengan seimbang. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Dan janganlah orang-orang yang kafir mengira, dapat lolos. Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah)"
  • yang dimaksud adalah menyerang orang-orang yang setiap mengikat perjanjian, setiap kali itu pula berkhianat.
  • caranya dibolehkan menyerang dalam keadaan peperangan dan diceraiberaikan.
  • Menyerang tanpa menyampaikan pembatalan perjanjian adalah salah satu bentuk pengkhianatan yang terlarang, walau terhadap musuh sekalipun.
  • Ayat 60 dimaksudkan agar kaum muslimin bertindak setelah ada 'serangan' ('siapkanlah untuk menghadapi'), persiapan itu dimaksudkan untuk menggentarkan musuh Allah (bukan menindas atau menjajah, tapi menghalangi pihak lain yang bermaksud melakukan agresi). Persiapan kekuatan ini oleh para ahli militer dewasa ini disebut ' deterrent effect'. Bila menyadari kekuatan yang akan dihadapi maka penyerang akan berpikir seribu kali sebelum melangkah.
  • Dan karena peperangan membutuhkan biaya maka ayat ini memerintahkan untuk menafkahkan pada jalan Allah sekecil apapun niscaya akan dibalas.
  • 'musuh' disini adalah yang berusaha menimpakan mudharrat kepada yang ia musuhi.
  • Penggunaan senjata untuk membela diri, wilayah, agama dan negara sama sekali tidak dapat dipersamakan dengan teror
(sumber artikel diatas = buku Ayat-ayat Fitna, oleh M Quraish Shihab)

0 comments:

Post a Comment