Thursday, August 27, 2009

Siapakah Paulus? -1-

Menurut sejarah;
  1. Paulus hidup dijaman Yesus, seangkatan dengan murid-murid Yesus.
  2. Paulus adalah anak didik Gamalied, seorang guru filosofi dan ahli taurat yang termasyur.
  3. Ibunya adalah orang Yunani, ayahnya orang Yahudi, sehingga pelajaran agama yang diperolehnya adalah gabungan daripada kepercayaan Yahweh dan Helenisme.
  4. Dikenal sebagai orang dengan otak yang cerdas luar biasa.
  5. Menganggap orang Gerika adalah orang-orang kafir.
  6. Ayahnya didapati tidak pernah mencintainya, sehingga Paulus atau Saulus ini membenci bangsa dan agama ayahnya.
Menurut Alkitab ;
  1. Kepada orang Roma ia mengaku bahwa dirinya berkebangsaan Roma (Kisah Para Rasul 16:37, " Tetapi Paulus berkata kepada orang-orang itu: ' Tanpa diadili mereka telah mendera kami, warganegara-warganegara Roma, dimuka umum, lalu melemparkan kami kedalam penjara. Sekarang mereka mau mengeluarkan kami diam-diam? Tidak mungkin demikian! Biarkanlah mereka datang sendiri dan membawa kami keluar.'")
  2. Kepada orang Yahudi ia mengaku dirinya adalah orang Yahudi (Kisah Para Rasul 22:3, " Aku adalah orang Yahudi, lahir diTarsus ditanah Kilikia, ...")
  3. Kepada orang Farisi, dia adalah orang Farisi (Kisah Para Rasul 23:6, "... Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan Farisi...)
  4. Alasan sering berubah-ubah 'asal keturunan'-nya ini diakuinya di 1 Korintus 9:20, dengan tujuan agar memenangkan mereka-mereka yang hidup dibawah hukum Taurat karena Paulus sendiri tidak hidup dibawah hukum taurat, ("Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup dibawah hukum taurat aku menjadi seperti orang yang hidup dibawah hukum taurat, sekalipun aku tidak hidup dibawah hukum taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum taurat.)
  5. Ahli memutar balik. Ayat diatas diputar lagi pada ayat ke-21. Contoh lain; pada Roma 3:7 diputar balik pada ayat ke-8)
  6. Men-sahkan kebohongan untuk kebenaran. (Roma3:7, " Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaanNya; mengapa aku masih lagi dihakimi sebagai orang berdosa). cat : Kebenaran macam apa yang diperoleh dari kebohongan?
  7. Bersikeras bahwa segala sesuatu itu halal, tidak ada yang haram, meskipun segala sesuatunya itu belum tentu berfaedah.
  8. Ceritanya saat memperoleh 'panggilan Ilhami' berbeda-beda. Pertama ia mengaku saat mengalami panggilan Allah itu ia tidak melihat apa-apa, tapi keterangan berikutnya ia mengaku melihat cahaya (Kisah 9:4 dan 22:9). Lalu pada keterangannya yang pertama, ia bercerita bahwa hanya ia sendiri yang mendengar suara panggilan itu, tapi pada keterangan keduanya ia berkata bahwa mereka semua mendengar (Kisah 9:4 dan 21:9), lalu berikutnya, pada keterangan pertama dia menceritakan bahwa ia sendiri yang terjatuh saat mendengar panggilan itu, tapi kemudian pada keterangannya yang lain ia bilan mereka semua rebah -padahal katanya dia buta, darimana dia tahu yang lain juga rebah?- (Kisah 9:4 dan 26:14)
  9. Ia mengajarkan bahwa Tuhan tidak 1 tetapi 2 (1 Korintus 1:3, " Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.")
  10. Mengajarkan bahwa hukum taurat tidak berlaku lagi setelah kematian Yesus dan bahwa hukum taurat sebenarnya adalah sumber segala dosa (Roma 4:15, " Karena hukum taurat membangkitkan murka, tetapi dimana tidak ada hukum taurat, disitu tidak ada juga pelanggaran.")
  11. Bahwa hidup dengan menjalankan hukum taurat adalah kutukan, dan Yesus telah menebus umatnya dari kutuk hukum taurat -dipakai sebagai ayat yang menekankan telah dipalangkannya hukum taurat saat penyaliban Yesus- (Galatia 3:10 dan :13, " Karena semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum taurat, berada dibawah kutuk. ... Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita.."
  12. Mengajarkan bahwa mereka yang mengerjakan taurat sebenarnya telah diceraikan dari Kristus (Galatia 5:4, "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum taurat; kamu hidup diluar kasih karunia.")
  13. Mengajarkan Kristus adalah penamat hukum taurat (Galatia 3:23-25, " ...jadi hukum taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan oleh iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.")
  14. Ia mengajarkan Kristus tidak akan berguna bagi mereka yang bersunat (Galatia 5:2, "..jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu."

0 comments:

Post a Comment