Tuesday, September 1, 2009

Hijab (Jilbab) dalam 3 agama besar

Hoax mengenai hijab (jilbab);
  1. Hijab merusak kesehatan rambut dan kulit kepala, sehingga tidak baik digunakan.
  2. Tanda perbudakan dan penindasan terhadap wanita.
Yang sebenarnya;
  • Hijab melindungi kulit kepala dan rambut dari panas yang menyengat dan udara yang berdebu/ kotor. Masalah perihal rambut rontok dan ketombe atau masalah rambut dan kulit kepala lainnya disebabkan oleh beberapa hal; memakai jilbab berlapis-lapis, kain yang digunakan memiliki pori-pori yang kecil, jilbab yang digunakan jarang diganti, dan memakai jilbab berpori kecil yang dilingkar keleher. Cara mengatasinya adalah dengan memilih jenis kain yang tepat, jangan berlapis-lapis, baiknya jilbab dibiarkan menjuntai, mengganti dengan teratur pemakaian jibab (sehari sekali saja).
Adapun sebenarnya, pemakaiain jilbab hanya dituntut jika wanita berada didaerah umum. Jika berada didalam rumah bersama para muhrimnya maka jilbab bisa dilepas, sehingga sebenarnya hal ini akan tidak mengganggu sama sekali kesehatan kulit kepala dan rambut.
  • Sama sekali bukan merupakan tanda perbudakan atau penindasan terhadap wanita. Mari kita lihat ke-3 agama besar menerangkan arti dan manfaat sebenarnya menggunakan hijab (jilbab)
YAHUDI
Wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah diwajibkan mengenakan penutup kepala yang kadang bahkan hanya meninggalkan sebelah mata saja yang terlihat. Seorang Rabbi Yahudi mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut isterinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

Hukum Rabbi melarang pemberian berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap "telanjang". Dr. Brayer juga mengatakan bahwa "Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."

Dr. Brayer juga menerangkan bahwa jilbab bagi wanita Yahudi bukanlah selalu sebagai simbol dari kesopanan. Kadang-kadang, jilbab justru menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya ketimbang ukuran kesopanan. Jilbab atau tudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi. Jilbab juga diartikan sebagai penjagaan terhadap hak milik suami.

Jilbab menunjukkan suatu penghormatan dan status sosial dari seorang wanita. Seorang wanita dari golongan bawah mencoba menggunakan jilbab untuk memberikan kesan status yang lebih tinggi. Jilbab merupakan tanda kehormatan. Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S.W.Schneider, 1984, hal 237). Wanita-wanita Yahudi di Eropa melanjutkan menggunakan jilbab sampai abad ke sembilan belas hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Tekanan eksternal dari kehidupan di Eropa pada abad sembilan belas memaksa banyak dari mereka pergi keluar tanpa penutup kepala.
(sumber : http://webforum.plasa.com/archive/index.php/t-97064.html)

KRISTEN
"Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap laki-laki adalah Kristus, kepala dari perempuan adalah laki-laki dan kepala Kristus adalah Allah. Tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga mengguting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki. Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki. Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena malaikat". (I Korintus 11:3-10).

ISLAM
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat..... Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya..." (An Nuur:30,31)

"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu." (Al Ahzab:59).

Kesimpulan :
  1. Semua agama menganjurkan wanita-wanitanya menggunakan tudung kepala sebagai tanda wibawa.
  2. Jilbab dalam Islam dimaksudkan agar para wanita terjaga dari pandangan mata para pria (melindungi kaum wanita).
"Kenapa bisa jilban dinilai menyusahkan atau merendahkan kaum wanita, saat kita sendiri (wanita) selalu merasa senang dan dihargai pasangannya (kaum pria) saat mereka meminta kita berpakaian yang sopan supaya tidak dilirik dan digoda pria lain??? ..."

1 comments:

  1. ilmu yang bermanfaat. jazakillah khoir.

    ReplyDelete