Wednesday, May 5, 2010

Manusia atau Tuhan yang disalib? dan Rahasia Tuhan dalam Alkitab

A : Mengapa Yesus harus dipandang sebagai Tuhan?
B : Karena dia memang Tuhan
A : Apa yang membuat kalian berpendapat seperti itu?
B : Karena dia telah mati dikayusalib, dan kematiannya merupakan penebusan dosa-dosa manusia.
A : Apa sih pentingnya kematian untuk penebusan itu?
B : Karena tanpa penebusannya itu tidak akan ada keselamatan
A : Berarti kan gak harus Yesus yang mati, klo konsep yang anda maksudkan adalah karena kematian seseorang maka dosa-dosa seluruh umat manusia akan ditebus agar supaya ada keselamatan?
B : Harus Yesus, tidak bisa yang lain
A : Kenapa?
B : Karena dia adalah anak tunggal Allah, suci, kudus
A : Emangnya kenapa dengan manusia biasa?
B : Tidak cukup berarti, dengan kematian anak Allah maka selain mendapatkan penebusan dan keselamatan juga memiliki arti yang luar biasa, bayangkan Allah sampai merelakan anakNya yang tunggal untuk mati dikayu salib
A : Tapi kan katanya Yesus itu Tuhan, jadi apa yang luar biasa? kalau Tuhan kan gak bisa mati, jadi pasti Allah bapaknya itu tidak bisa disebut rela dong? wong dia tau pastinya anaknya itu bakalan hidup lagi, dan seperti dalam ceritanya, yesus beneran hidup lagi kan lalu pergi untuk bersama-sama lagi dengan bapanya?
B : ... (terdiam sejenak), tentu luar biasa, karena manusia biasa itu tidak sempurna, sedangkan Yesus adalah sempurna
A : Kenapa manusia biasa dibilang tidak sempurna?
B : Karena kita, manusia biasa, ini adalah warisan dari ayah kita, sedangkan Yesus tidak memiliki ayah, ia lahir dari roh kudus
A : Loh bukannya Tuhan roh itu adanya setelah kenaikan Yesus?
B : Tuhan bapa, tuhan anak dan tuhan roh itu sejak awal sudah ada, beda-beda aja tugasnya
A : tugas tuhan roh kata alkitab sebagai penghibur, ternyata juga bertugas untuk membuahi Maria?
B : Bukan pembuahan biologis seperti yang kita pahami! Proses itu hanya Tuhan yang tau, kita tidak boleh mengada-ada! Itu rahasiaNya!
A : Tuhan yang anda maksudkan barusan adalah Tuhan yang mana?
B : Tuhan bapa
A : oh begitu
B : Intinya, Yesus itu tidak bercela sehingga ia sempurna dan karena kesempurnaannya itulah menyebabkan hanya ia yang bisa menjadi penebus dosa semua umat manusia. Seorang penebus selain harus sempurna sebagai manusia ia juga haruslah Tuhan supaya dapat diterima oleh orang-orang yang ditebusnya(ia buru-buru menambahkan).
A : Wah, kalau saya sih gak perlu harus Tuhan yang menebus untuk bisa saya terima, jadi manusia yang ditebus dosa-dosanya oleh seorang manusia lain aja pasti orang itu saya terima
B : Nah kan, bayangkan apalagi klo Tuhan yang menebus kan?
A : Bukan, maksud pernyataan saya tadi adalah, kenapa perlu Tuhan, tugas itu dilakukan oleh seorang manusia biasa, nabi pilihan misalnya, pasti sudah akan cukup membuat manusia terkesan, menyanjungnya, mendengarkan perkataannya dan menuruti semua perintah dan larangannya. Kenapa harus Tuhan?
B : Itu kan sudah saya jelaskan kepada anda tadi, selebihnya itu hanya Tuhan yang tahu, itu rahasiaNya.
A : Apakah Tuhan mati?
B : Tidak, hanya manusia Yesus saja yang mati. Yesus itu seorang manusia sekaligus Tuhan, ia Tuhan sekaligus seorang manusia, yang mati dikayu salib itu hanya komponen kemanusiaannya saja
A : Berarti sebenarnya anda mengakui bahwa kematian manusia itu dapat menebus dosa?
B : Iya benar
A : Lalu kenapa anda bilang yang berlaku hanyalah kematian Yesus, tidak bisa kematian manusia lain?
B : (mulai emosi).. Anda ini bebal atau bodoh sih? Saya kan tadi sudah bilang kenapa harus Yesus.. Karena hanya dia manusia yang sempurna dan bahwa dia adalah Tuhan
A : Maaf kalau membuat anda kesal, saya hanya kebingungan saja mendengar penjelasan anda yang berputar-putar. Anda bilang bahwa Yesus itu manusia sekaligus Tuhan, Tuhan sekaligus manusia, tetapi yang mati dikayu salib adalah manusianya saja, dan anda membenarkan bahwa kematian manusia dapat menebus dosa. Tetapi kemudian anda kembali lagi mengatakan bahwa hanya Yesus yang bisa menebus karena dia adalah manusia sekaligus Tuhan dan sebaliknya...?
B : (terdiam sebentar).. Itulah begitu luasnya ilmu Tuhan sehingga kita manusia tidak bisa memahaminya, hanya Allah saja. Itu rahasiaNya.
A : Kenapa sih, sepertinya agama anda ini agama Misteri Ilahi, sebentar-sebentar bilangnya gitu?
B : Bukan begitu, kami hanya tidak mau takabur mengartikan sesuatu seenak udel kami aja. Apa yang alkitab bilang itu pasti benar, hanya orang yang menerimanya dengan hati yang kemudian akan mengerti.
A : Tapi anda tidak mengerti, anda selalu saja kembali ke 'itu rahasiaNya', seharusnya anda mengerti
B : Anda tidak boleh memaksakan kehendak anda kepada Tuhan, kalau Tuhan bilang rahasia ya rahasia, kita tinggal hanya bisa menerima dengan hati, karena tidak mungkin Tuhan mengatakan, berbuat atau bermaksud sesuatu yang tidak benar
A : Matius 13:11, "Jawab Yesus; kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak."
B : Itu benar, ini buktinya, bahwa anda tidak dapat memahami bahwa ada yang namanya rahasia kerajaan sorga sedangkan saya memahami bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dijangkau oleh nalar manusia (rahasiaNya)
A : Sepertinya anda salah memahami ayat ini, ayat ini bilangnya 'mengetahui rahasia' bukannya 'mengetahui adanya rahasia', beda loh artinya. Jadi semestinya anda sebagai murid-murid yesus tidak bisa memakai dalih 'itu rahasiaNya, kita tidak bisa mengada-ngada'.
B : Anda ini lancang, mengartikan sesuatu seenak udelnya.
A : Maaf, sekali lagi maaf.. apa bertanya dan menyelidiki kebenaran dilarang oleh agama anda?
B : Bukan, tetapi mereka-reka arti dari sesuatulah yang dilarang, kenapa, karena firman Tuhan itu bukan untuk diartikan sembarangan
A : Maaf, tapi saya tidak pernah mereka-reka arti ayat didalam kitab agama anda. Ayat itu memang begitu artinya. Coba saja anda buka alkitab anda dan lihat, selidiki.
B : Kurang ajar sekali anda menyuruh saya meragukan alkitab
A : Loh, saya tidak kurang ajar. Perintah mencari kebenaran itu kan ada dalam kitab anda, matius 6:33 " Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya...", sekarang cara mengetahui sesuatu itu benar atau salah kan dengan cara menyelidikinya


Cat:

Bagaimana cara mengetahui sesuatu itu benar atau salah?
Bagaimana sesuatu akhirnya bisa dibilang benar?

0 comments:

Post a Comment